Refleksi Akhir Tahun 2025 Bangkit Bersama untuk Indonesia
Oleh Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Bangsa Indonesia mengawali tahun 2026 dengan menyisakan duka akibat bencana banjir Aceh, Sumatra utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya. Suatu musibah berat yang tentu tidak dikehendaki dan mesti kita hadapi bersama.
Karenanya kami mendukung himbauan, dalam menghadapi tahun baru, alangkah elok manakala tidak ada pestapora dan euforia kembang api dari saudara sebangsa di negeri tercinta, sebagai wujud empati merasakan derita sesama.
Mari awali kehadiran tahun 2026 dengan semangat baru untuk lebih tangguh dan makin bersatu menghadapi musibah dan menjalani kehidupan. Seraya merajut hidup ke depan menjadi lebih baik, lebih produktif, dan lebih bermakna untuk diri sendiri maupun relasi sesama.
Duka masyarakat Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya adalah duka seluruh rakyat Indonesia. Karena mengalami langsung, tentu duka itu terasa berat bagi saudara-saudara tercinta di tiga wilayah tersebut. Namun kami yakin warga di kepulauan Sumatra itu memiliki kesabaran, kekuatan, dan semangat tinggi, sebab semuanya memiliki modal ruhaniah dan modal sosial yang lebih dari cukup untuk bangkit bersama.
Kita telah melalui sejumlah musibah sangat berat seperti tsunami di Aceh dan Kepulauan Nias tahun 2004, gempa bumi di Jogjakarta tahun 2006, gempa bumi di Padang Sumatra Barat tahun 2009, gempa bumi di Sulawesi Tengah tahun 2018, serta berbagai bencana di kawasan lainnya. Pengalaman musibah berat itu, menjadikan diri bangsa Indonesia memiliki kekuatan batin dan ketangguhan sosial yang besar. Semua itu melalui proses perjuangan yang tidak ringan, namun dengan semangat kebersamaan dapatlah badai musibah dilalui bersama.
Kepada seluruh warga dan elite bangsa di negeri tercinta, mari semakin memperkuat jiwa, pikiran, dan orientasi tindakan yang luhur berbasis hikmah kebijaksanaan dalam menghadapi setiap musibah dan dinamika kehidupan. Mari lakukan refleksi spiritual, intelektual, dan sosial dalam kehidupan kebangsaan agar perjalanan ke depan semakin terarah di jalan yang benar dan lebih tercerahkan.
Lebih khusus bagimana merenungkan kembali sekaligus merawat nilai-nilai ketuhanan (hablu minallah) yang diajarkan oleh seluruh agama yang hidup di negeri tercinta. Sebagaimana nilai substansial bernegara yang terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi dasar negara Republik Indonesia. Bagi kaum beriman, hidup dan mati, anugerah dan musibah, serta segala hal yang terjadi di dunia ini tidaklah lepas dari Kuasa Dzat Yang Maha Esa, sebagaimana firman Allah: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (QS Al-Hadid: 22).
Tuntutan untuk mengkaji sebab-musabab di sekitar banjir terkait kondisi ekosistem sungai, hutan, dan alam sekitar sangatlah baik dan penting. Namun mengikuti kaidah keagamaan “Mencegah darurat yang dihadapi lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan”, maka mari saat ini semua fokus melakukan segala usaha penanggulangan dampak bencana. Kemudian berlanjut ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Di tengah bencana, spirit bangkit mesti dibangun oleh seluruh pihak. Bukan menebar keriuhan, kekalutan, dan suasan pesimis. Bangsa ini harus tangguh dan bangkit dalam menghadapi bencana maupun tantangan kehidupan lain seberat apapun. Kami menaruh hormat kepada saudara-saudara korban terdampak bencana yang masih terus berjuang mengatasi kesulitan dengan kesabaran dan semangat kebersamaan yang tinggi.
Kami juga memberi apresiasi tinggi kepada seluruh anggota TNI, Polri, aparat pemerintahan, para sukarelawan, dan seluruh anak bangsa yang tetap gigih membantu saudara-saudara korban terdampak dan memulihkan keadaan yang penuh kesulitan dengan pengorbanan yang luar biasa. Kita sungguh mampu mengatasi musibah besar ini jika seluruh anak bangsa bersatu dalam ikatan persaudaraan yang utuh dan penuh kasih sayang satu sama lain.
Pasca bencana terbuka peluang mengkaji kondisi ekosistem Indonesia secara menyeluruh. Kajian-kajian hendaknya dilakukan secara objektif dengan pendekatan multidisipliner dan multiperspektif yang didukung riset lapangan yang handal. Agar hasil kajian mendekati kebenaran yang substansial dan menyeluruh. Bersama dengan itu mari menata Indonesia di bidang politik, sosial, ekonomi, tata ruang, lingkungan, dan semua aspek secara benar dan tersistem menuju Indonesia yang lebih baik dan berkemajuan.
Kami percaya Presiden Prabowo Subianto dengan ketegasan dan otoritasnya yang kuat dapat memimpin langkah-langkah exstraordinary dalam fase penanggulangan bencana maupun dalam kearifan memimpin bangsa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Jika kepemimpinan nasional dan daerah benar-benar mampu memberikan kepastian arah yang jelas dalam memecahkan masalah berat dan dinamika berbangsa saat ini, maka seluruh rakyat Indonesia berdiri di belakang dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.
Indonesia saat ini dan ke depan menuntut kohesivitas hidup bersama, baik dalam menghadapi bencana maupun berbangsa-bernegara. Dasar Persatuan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika mesti menjadi patokan hidup bersama dalam menghadapi situasi sesulit apapun maupun dalam dinamika hidup berbangsa. Jadikan keduanya sebagai nilai yang hidup (living value) dan teraktualisasi dalam kehidupan bersama.
Bangun kebersamaan yang tulus dan otentik. Jauhi centang perenang, saling hujat, saling tuding, saling membodohkan, dan menumpah amarah yang menjadikan kehidupan berbangsa laksana bara yang dapat berpotensi membawa bencana baru dalam kehidupan kebangsaan. Jaga kerukunan dan kehormatan antar komponen bangsa yang menjadi penopang kuat keindonesiaan.
Kedepankan sikap saling memuliakan antar manusia dari manapun latarbelakangnya sebagai insan “fi ahsan at-taqwim” atau sebaik-baik ciptaan Tuhan. Jangan saling merendahkan dan menjatuhkan antar suku bangsa, karena seluruhnya merupakan penyangga utama bangunan Indonesia. Dalam suasana kritis maupun normal, bangsa ini dituntut semakin dewasa untuk berpikir, bersikap, dan bertindak yang serba utama, agar Indonesia tetap utuh dan maju dalam segala bidang kehidupan.
Baik dalam menghadapi musibah maupun hidup berbangsa diperlukan kearifan dan keteladanan tingkat tinggi dari seluruh pihak. Gunakanlah media sosial untuk menyatukan kebersamaan dan membantu saudara-saudara tercinta yang terdampak bencana maupun memerlukan uluran tangan mengatasi kesulitan hidup di seluruh tanah air tercinta.
Media sosial jangan menjadi wahana perseteruan yang mengoyak persatuan dan kebersamaan. Harganya terlalu mahal bila bangsa ini pecah disebabkan para warganya tidak mampu menahan diri dalam bermedia sosial. Alangkah ruginya hidup ini jika manusia menjadi korban kebebasan media sosial yang liar, padahal seluruh warga bangsa sejatinya saling memerlukan untuk hidup bersama dalam harmoni dan keadaban tinggi.
Dalam situasi kritis di mana sebagian orang mudah marah atas keadaan di tengah hegemoni media sosial yang memproduksi berita-berita sensitif, terbuka potensi konflik di tubuh bangsa ini. Sementara itu berbagai pandangan keras hadir saling berbenturan di tengah informasi yang sahih tidak didapatkan. Manakala kondisi ini tidak terkelola dengan baik, akan lahir anarki sosial dan kegaduhan struktural dalam beragam bentuk yang tentu tidak diingankan bersama. Di sinilan pentingnya kedewasaan dan kearifan seluruh pihak di tubuh bangsa ini.
Gerak Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan sikap resmi yang tidak mempersoalkan status kebencanaan serta menjauhi silang-sengketa, akan terus bergerak dan terlibat dalam usaha menanggulangi bencana di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya dengan mengerahkan segala kemampuan. Muhammadiyah mengirim relawan dengan berbagai keahlian serta menghimpun dana untuk kepentingan penanggulangan bencana tersebut hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Langkah Muhammadiyah itu merupakan wujud tanggungjawab dan partisipasi kebangsaan yang konkret untuk meringankan saudara-saudara tercinta yang terdampak bencana dan mengalami masalah dalam kehidupan. Muhammadiyah selalu terpanggil memberi solusi atas masalah bangsa serta tidak ingin menjadi beban bagi Indonesia. Sebagaimana kami menjadi solusi atas kepercayaan pemerintah dan pihak Uni Emirat Arab dalam menyalurkan 30 ton beras untuk keperluan korban terdampak bencana.
Misi kemanusiaan dan kebangsaan yang diperankan Muhammadiyah merupakan jalan ikhtiar berbasis ihsan (kebaikan yang melintasi) yang diajarkan Tuhan dan Nabi. Bahwa musibah dan problem kehidupan tidaklah cukup terus diperbincangkan tanpa berbuat untuk mengatasi dan menyelesaikannya secara langsung dan berdampak nyata. Gerak ini sekaligus sebagai ekspresi kemandirian dalam berbangsa yang dijalin dengan spirit cinta Indonesia di dunia nyata, tanpa banyak bicara dan retorika.
Karena itu kepada seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah di manapun berada mari terus membantu saudara-saudara tercinta yang terkena bencana maupun yang mengalami masalah lain dalam kehidupan di negeri tercinta. Kerahkan segala kemampuan sebagai wujud ibadah kepada Allah serta berbuat ihsan kepada sesama dan lingkungan sekitar.
Warga dan simpatisan Muhammadiyah diminta tetap fokus dalam gerak kemanusiaan dan kepedulian sosial yang murni sebagai wujud panggilan suci Al-Ma’un. Seluruh warga Persyarikatan tidak perlu terbelokkan oleh isu-isu lain yang dapat mengurangi energi dalam menghadapi musibah maupun dalam berkhidmat untuk umat dan bangsa.
Apabila bencana Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lain dapat dilalui dengan baik; pada saat yang sama semua pihak bersatu dan berpikir konstruktif dalam berbangsa-bernegara; maka bangsa Indonesia akan jauh lebih kuat memasuki tahun baru 2026 yang sarat masalah, tantangan, dan agenda yang tidak ringan.
Di tengah konstelasi global yang makin kompleks, Indonesia tahun depan mesti dituntut makin waspada dan seksama dalam menghadapi kehidupan di berbagai aspek. Masalah politik, ekonomi, sosial budaya, keagamaan, perkembangan ekosistem, perubahan iklim, dan problematika lainnya yang berat dan kompeks menuntut transfromasi kehidupan yang bermakna (transformation with meaning) agar Indonesia mampu melangsungkan kehidupan dan memproyeksikan masa depan ke jalan yang semakin pasti dan benar arah perjalanannya.
Kehidupan demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralitas kebangsaan yang kian bebas ke arah serbabebas atau liberal menuntut rujukan konstitusional dan penguatan nilai yang kokoh bersendikan Pancasila, agama, dan kebudayaan luhur bangsa. Rakyat dan tanah air Indonesia yang diperjuangkan kemerdekaannya tahun 1945 dengan darah dan segenap pengorbanan oleh para pejuang dan pendiri negara semakin menuntut kepastian dan keberlangsungannya untuk dijamin kehidupan dan keberlangsungannya.
Pastikan bahwa Pemerintah Negara Republik Indonesia secara nyata dan konsisten mampu melaksakan kewajiban konstitusionalnya dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Para tokoh politik dan pejabat negara dituntut jiwa, pemikiran, serta orientasi kenegarawanan dan keteladan yang luhur dalam memimpin Indonesia ke arah yang benar. Arah berbangsa-bernegara mesti sejalan dengan nilai, konstitusi, dan cita-cita nasional yang diletakkan oleh para pendiri negara. Jauhi kedangkalan jiwa, pikiran, dan orientasi tindakan yang akan membelokkan arah berbangsa dan bernegara.
Para elite dari seluruh komponen bangsa, termasuk para pemimpin agama, dituntut kiprah kebegawanannya dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara daripada hasrat diri, kelompok, dan golongan sendiri. Jadilah suluh pencerah bangsa dengan nilai-nilai luhur kehidupan yang kaya makna.
Seluruh rakyat Indonesia dituntut semakin terdidik dan dewasa agar mampu menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan lebih baik di tengah persaingan tinggi dengan bangsa-bangsa lain di berbagai kawasan. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pegangi nilai-nilai luhur dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar masa depan Indonesia makin berjaya.
Seluruh pihak mesti bergerak bersama dengan wawasan jauh ke depan dalam ikatan Persatuan Indonesia yang kokoh dan otentik menuju Indonesia Raya yang berkemajuan dan berperadaban utama!
Semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat, berkah, dan karunia-Nya untuk seluruh rakyat Indonesia
Posting Komentar untuk "Refleksi Akhir Tahun 2025 Bangkit Bersama untuk Indonesia"